10 Cara Lengkap Budidaya Ikan Gabus
10 Cara Lengkap Budidaya Ikan Gabus – Ikan ini
dikenal dengan rasanya yang lezat bisa Anda dapatkan di pasar dan pelelangan
ikan. Ikan Gabus merupakan salah satu spesies ikan asli Indonesia yang habitat
aslinya di rawa-rawa, waduk ke sungai. Hanya jumlah produksi ikan gabus di
Indonesia masih rendah, sehingga perlu untuk mengembangkan budidaya.
Hingga saat
ini jumlah pemasok terbesar ikan gabus berasal dari Kalimantan. Ikan ini
memiliki keunggulan dalam pembibitan, kita hanya perlu melakukan pemijahan
alami meskipun jika kita ingin melakukan pemijahan buatan. Pemijahan ikan gabus
biasanya dilakukan ketika musim hujan sekitar bulan Oktober hingga November.
10 Cara Lengkap Budidaya Ikan Gabus
Bahkan ada
beberapa ahli gizi mengatakan Ikan Gabus memiliki nilai yang asam amino yang
sangat lengkap, baik esensial dan non-esensial. Selain itu, juga mengandung
Allisin, sulfida alil dan furostanol Glicosida. Prof. DR. dr. Nurpudji
A.Taslim, MPH, SpGK, dari Center for Food, Nutrition, and Health (CFNH) Rumah
Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan dan Dr. dr. Sri
Adiningsih MS MCN dari Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
Universitas Airlangga, para peneliti dari Universitas Loma Linda California.
Di daerah yang memiliki aliran
sungai yang cukup besar seperti Kalimantan dan Sumatera, ikan gabus sering
dibawa banjir ke parit di lingkungan rumahan, atau bahkan masuk ke dalam kolam
ikan peliharaan dan menjadi predator ikan peliharaan.Jika kolam, selokan, atau
sawah yang mulai mengering,
Ikan gabus akan mencoba untuk
bergerak ke arah tempat lain, dan jika terpaksa ia mampu mengubur diri dalam
lumpur sampai sawah terisi air kembali. Jenis ikan ini dapat bertahan hidup di
lingkungan tanpa air karena ikan gabus bernafas dapat menyerap kandungan
oksigen bebas menggunakan alat bantu pernapasan yang disebut “labirin”.
1. Memilih
Indukan Jantan dan Betina
Anda dapat dengan mudah
membedakan Jantan dan Betina. Bagaimana tampilan fisik gabus. Kelamin jantan
ditandai dengan bentuk kepala oval dengan warna tubuh yang cukup gelap, lubang
di genital yang memerah dan jika Anda urut akan mengeluarkan cairan benih.
Sedangkan ciri-ciri fisik
betina yang memiliki kepala agak bulat dengan warna tubuh yang cukup terang,
bentuk perut agak besar dan cenderung agak lembek jika disentuh, jika Anda urut
akan mengeluarkan telur. Kami merekomendasikan untuk berkembang biak laki-laki
harus berat sampai 1 kg.
2. Proses Pemijahan Ikan Gabus
Anda perlu
mempersiapkan dalam melakukan pemijahan ikan gabus adalah fiberglass atau bak
beton. Ukuran bak beton adalah 7x4x2 meter PxLxT kemudian kering selama 3-4
hari. Lalu isi bak beton dengan volume air hingga 50 cm dan biarkan air
mengalir pada saat pemijahan terjadi. Anda dapat menutupi kolam dengan tanaman
eceng gondok untuk membantu eksitasi pemijahan.
Masukkan
jantan 30 indukan dan 30 betina ke dalam bak dan membiarkan proses pemijahan
terjadi. Setelah betelur, segera dibawa menggunakan sekupnet halus. Telur siap
untuk menetas. Selama proses pemijahan, selalu mengontrol kolan setiap hari,
Betina induk dapat menghasilkan telur mencapai 10.000-11.000 butir telur.
3. Proses Penetasan Telur
Proses penetasan dilakukan di
akuarium untuk membuatnya lebih mudah untuk mengontrol kondisi telur. Siapkan
akuarium ukuran 65x45x45 cm PxLxT, biarkan kondisi kering selama 2 hari,
kemudian mengisi air dengan ketinggian sekitar 40 cm. Dalam pasang 2 poin
aerasi akuarium, proses penetasan telur, pasang juga pemanas sampai air
mencapai suhu 28 °C.Masukkan kepadatan telur ikan ± 4-6 butir per cm² dan
biarkan itu menetas. Secara umum, telur sampai menetas membutuhkan waktu 24
jam. Selama 2 hari setelah larva ikan gabus menetas, Anda tidak perlu
memberikan makanan karena mereka memiliki cadangan makanan.
4. Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Ikan gabus periode
pemeliharaan larva mulai dari 2 hari setelah menetas sampai usia 15 hari, Anda
bisa menggunakan akuarium yang digunakan dalam proses penetasan telur dengan
kepadatan 5 larva per 1 liter air. Ikan gabus larva berumur 2 hari harus
diberikan makanan seperti nauplii Artemia, yang dapat diberikan 3 kali
sehari.Untuk larva ikan 5 hari gabus tua diberi makanan tambahan daphnia 3x
sehari. Dalam menjaga kualitas air dilakukan pergantian air yang dapat
menghilangkan kotoran dan sisa-sisa pakan dan kemudian diganti dengan hanya
menggunakan sekitar 50% air.
Proses
Budidaya Pembesaran Ikan Gabus
5. PERSIAPAN
KOLAM DAN AIR
Siapkan
kolam dinding beton lantai tanah biasanya ukuran antara 2 M – 5 M, keringkan
selama 1 minggu, ratakan tanah dasarnya, tebarkan tanah yang berasal dari
kotoran hewan setebal kurang lebih 30 cm, setelah itu teburkan pupuk kapur
dolomid rata permukaan kolam yang sudah di kasih kompos, biarkan selama 3 hari
agar pupuk kapur tersebut larut dalam tanah karena itu berfungsi ketika nanti
kolam di isi air akan tumbuh makanan ikan alami seperti plankton, kutu air dan
lumut, isi air setinggi 50 cm – 100 cm dan rendam selama 1 minggu air tidak
dialirkan,
6. TEBAR
BENIH
Penebaran
Bibit Ikan Gabus dilakukan setelah berumur 2 minggu di kolam yang diisi air.
Sebelum bibit dimasukan air kolam dibiarkan selama 1 minggu air tidak dialirkan.
Kemudian setelah itu tebarkan bibit pada pagi hari, dan jangan diberi pakan
dulu. 2 hari baru diberi 2 kg tepung pellet.
7. PAKAN
Beri pakan
pelet dengan kandungan protein 15 %, lemak 15 % dan karbohidrat 10 % dan
berikan makanan tambahan seperti ikan teri, anakan rayap, sisa daging ampas
dapur. juga bisa di buatkan pelet buatan dengan cara ikan teri 20 %, dedek 50
%, ampas tahu 10 %, dan 10 % jagung. rebus bahan terlebih dahulu kemudian
giling jadi satu bahan-bahan tersebut dan kemudian di jemur hingga kering
hingga pakan siap di berikan kepada iakn.
8. PANEN
Panen ikan
gabus bisa dilakukan sesui dengan kebutuhan pasar dan juga bisa dilakukan
pemanenan secara bertahap dalam satu kolam. tidak seperti pada ikan jenis lain
yang penenya harus di lakukan secara serempak seperti ikan emas, patin dan
ikan-ikan jenis lain. apabila tidak di panen secara serentak maka akan terjadi
stres pada ikan yang berujung pada kematian. lain halnya dengan ikan jenis ikan
gabus karena ikan ini memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa di banding ikan
yang lainya.
9. Tips
Pemberian Pakan Dan Seleksi
Ikan gabus
merupakan ikan yang bersifat kanibal jadi jangan sampai telat dalam memberi
pakan karena akan memangsa kawanya sendiri,
Dan Lakukan
seleksi (sortir) setiap usia ikan berambah 1 bulan karena akan menambah
kualitas ikan yang maksimal dan hasil memuaskan dengan cara membuat bak sortir
yang di beri lubang sesuai kebutuhan.
10. Selamat
mencoba semoga berhasil
Hidup Petani Indonesia


No comments:
Post a Comment